Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa dan Istilah
Aqiqah Jogja - Pengertian aqiqah menurut bhs dan arti adalah memotong. Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian aqiqah yang disempurnakan dengan penjelasan hukum aqiqah, jumlah kambing yang disembelih, sunnah dalam aqiqah, selagi pelaksanaan aqiqah dan bagaimana aqiqah jikalau udah dewasa.
Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa dan Istilah
Pengertian aqiqah menurut bhs Arab عقيقة adalah memotong. Aqiqah berasal dari kata (َع َّـق-َيـعُ ُّـق- َعقـا). Menurut para pakar ulama, arti memotong disini mampu berarti ganda, yaitu memotong/menyembelih hewan ternak dan memotong rambut si bayi. Abu Ubaid aqiqah menyebutkan bahwa aqiqah berasal dari kata الْعَقِيقَةُ yang berarti adalah rambut atau bulu yang ada pada bayi ketika baru dilahirkan. Alim Ulama lain menyebutkan bahwa aqiqah berasal dari kata الْقَطْعُ (al qat’u) yang maknanya adalah memotong atau memutuskan.
Setelah mengerti arti aqiqah menurut bahasa, selanjutnya pengertian aqiqah menurut arti adalah pemotongan/penyembelihan hewan ternak dalam rangka beribadah (bersyukur) kepada Allah sebab kelahiran anak (laki-laki atau perempuan) yang disertai dengan pemotongan rambut bayi yang dijalankan pada hari ketujuh. Makna ini diambil alih dari arti dzabiihah yang berarti hewan yang disembelih (biasanya domba atau kambing). Dengan demikian, menurut syariat islam aqiqah adalah bentuk ibadah dengan penyembelihan hewan ternak sebab lahirnya seorang anak sebagai pembuktian rasa syukur pada Allah SWT.
Itulah penjelasan mengenai pengertian aqiqah menurut bhs dan istilah. Bagaimana aqiqah dalam kacamata masyarakat Indonesia? Kelahiran anak merupakan suatu kebahagiaan yang tak ternilai bagi orangtua. Di beberapa daerah, terkandung rutinitas pesta/syukuran menyambut kelahiran anak. Masyarakat Jawa, seandainya menyelenggarakan acara selapanan, yaitu syukuran yang dijalankan sehabis bayi berusia 35 hari. Orang Jawa termasuk menyebut arti aqiqah dengan kekahan. Nah, aqiqah termasuk merupakan bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran anaknya tapi aqiqah dijalankan menurut ketentuan syariat Islam.
Hukum Aqiqah
Hukum aqiqah menurut pendapat beberapa besar ulama adalah sunnah muakkad. Artinya sunnah yang diwajibkan. Wajib bagi orangtua yang mampu secara materi untuk menyelenggarakan aqiqah anaknya pada hari ketujuh sehabis kelahirannya, atau hari ke empat belas, atau hari ke dua puluh satu. Pada hari itu, bayi yang lahir dicukur rambutnya dan diberikan nama yang baik. Telah diuraikan dalam artikel aqiqah anak laki-laki dan perempuan dalam Islam bahwa selagi pelaksanaan aqiqah yang utama dan sesuai tuntunan Nabi adalah pada hari ke-7, bukan pada hari lainnya.
Berikut adalah kutipan hadist Nabi:
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
Dari Samurah ibn Jundub RA, sebetulnya Rasulullah SAW udah bersabda,” Setiap anak yang baru lahir tergadai dan ditebus dengan aqiqah yaitu disembelih aqiqah itu untuknya pada hari ketujuh lalu dicukur dan diberi nama.”

0 Response to "Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa dan Istilah "
Post a Comment